Karakter

Present Day :

* Nicholas

* The Hypnotherapist

* The Old Man

1928 :

* Victoria Page – “Metropolis/Love”

* Sen. Edward Baynes – “The Miracle”

* Julian Baynes – “The Sleeper”

Act 1

Scene One: Regression

Album dibuka dengan seorang pria (Nicholas, saya singkat dgn N) sedang melakukan sebuah terapi regresi (terapi psikologikal yg berupa flashback). . . Sang terapis, the Hypnotherapist (saya singkat H), berbicara, mengantar N kepada terapinya. . . bagian dari lagu The Spirit Carries On dan Home bisa didengar di sini. . . Lagu akan selesai dengan N bertemu dengan seorang gadis, Victoria Page (saya singkat menjadi V). . .

Scene Two: I. Overture 1928

Nicholas telah berada dalam kondisi trance nya, merasa nyaman di suatu tempat. . . Semakin ia “tertuju” dan fokus, semakin jelas tertampak objek regresinya, V dan sebuah kehidupan yg tak pernah ia temui tapi secara aneh serasa begitu terikat dan berhubungan dengannya. . .

Di 01:35-01:51 dan 00:05-00:11 terdapat bagian dari metropolis part1. . . menunjukkan relasi lagu tsb dgn album ini. . . sebagian dari lagu The Dance Of Eternity tampak pada 02:45-03:08 . . .

Lagu ini mengisyaratkan, tertuju pada The Whos Tommy. . . Ide sebuah lagu instrumental yang menjelaskan pengalaman adalah konsep dari lagu Underture di album itu. . . (The Whos Tommy adalah sebuah album. . . tapi saya tidak menemukan data akan hal ini. . . tmen2 ada yg bisa bantu?

Scene Two: II. Strange Déjà Vu

Kita mendengar sedikit kembali akan mimpi2 N sebelumnya yang telah membimbingnya, menekannya untuk melakukan terapi ini, dan tentu nya semakin dalam untuk kembali mengulas segalanya. . . Kita diajak untuk melihat, bahwa setiap kali N memejamkan matanya, ia terbawa ke sebuah mimpi yang begitu hidup dan secara berulang2 terus muncul akan sebuah kehidupan . . . ini diluar kemampuan logikal dari N, tak bisa dinalar secara biasa. . . Sekali lagi, N kembali dalam regresinya, akibat dari apa yang telah dimimpikannya. . .

Mimpinya kali ini dapat kita lihat dari lirik lagu ini. . . sbb :

Ada sebuah jalan setapak menuju rumah. . . di rumah tersebut, tingkat atas, ada sebuah kamar. . . di kamar tersebut terdapat sebuah cermin. . . dan di dalam cermin tersebut. . . tergambar sesosok gadis. . . semuanya terlihat begitu akrab di matanya, tapi N tahu ini janggal. . . Ia mengerti betul ia belum pernah berada atau melihat tempat itu sebelumnya, tapi apa yg di dalam hati terdalamnya mengatakan, ia begitu familiar dengan tempat itu. . . Di mimpi ini semua terlihat lebih jelas dari mimpi2 lainnya (mungkin krn regresinya sedang dilakukan dengan terapi). . . N dapat dengan jelas melihat wajah gadis muda itu. . . Ia pun dapat memberikan pertanyaan. . . “Young child, won’t you tell me why I’m here?”. . . Nak, bisakah kau beritahu aku mengapa aku di sini. . .? N menyadari sesuatu. . . gadis dalam cermin tersebut berusaha memberi tahu sesuatu kepadanya, sesuatu yg ia tak tahu, sesuatu yg telah menyobek2 hati gadis kecil itu. . .

V, gadis dalam kaca itu, memberi petunjuk pertamanya mengapa ia selalu menghantui N. . . ia sejatinya sedang mencari cara untuk “membuka” fakta, mengatakan apa yg sebenarnya terjadi dalam tragedi pembunuhannya. . . Ia juga menjelaskan bgmn tragedi itu begitu menyesakkan baginya. . . “tears my heart into two”. . . “I’m not the one the Sleeper thought he knew”, kata2 V selanjutnya, menjelaskan perasaan bersalah nya kepada kekasihnya, Julian Baynes (The Sleeper, saya singkat S) karena sebenarnya ia melakukan sebuah perselingkuhan dengan saudara kembar S, Senator Edward Baynes atau Ed (The Miracle, saya singkat M). . .

Sekarang N kembali dalam ke kehidupan nyatanya. . . meskipun ia telah sadar penuh, spekulasi2nya dan kejadian2 di kehidupan lain mulai menggrogoti setiap detik hidupnya, konsentrasinya, dan hatinya. . . Secara menyluruh, N begitu ingin tahu mengapa hal ini terjadi kepada dirinya. . . Apa yang terjadi di masa yg sebenarnya, sudah tak jadi soal bagi N. . . Obsesif, itulah dia. . . N jatuh di kubangan keingin tahuan yang begitu luar biasa besar. . . N menyadari, alam mimpinya menjadi kunci kedamaian hatinya, dan ia sedang mengejar hal tsb. . .

Scene Three: I. Through My Words

Nicholas akhirnya tahu. . . Dirinya adalah reinkarnasi dari V, kehidupannya di masa sebelumnya. . . Akhirnya matanya terbuka, ia tahu mengapa ia begitu “terjerumus” pada diri V dan dunianya karena mereka membagi jiwa yg sama. . .

Scene Three: II. Fatal Tragedy

Dimulai dengan N seorang diri di malam hari. . . Ia telah mengerti siapa V sebenarnya sekarang, tapi tidak mengerti mengapa V terlihat begitu “hancur” dan bgmn ia diikutsertakan ke dalam semua ini. . . Selanjutnya, N pergi menemui seorang orang tua, dmana kisah ini memberikan kita satu poin, kesendirian. . . Rumah siapa yang N kunjungi, siapa orang tua itu, adlah hal2 yang sampai sekarang menjadi buram, tidak ada penjelasan spesifik akannya. . . Yg penting dari kunjungan N ini adalah, si orang tua tsb menunjukkan informasi akan sebuah pembunuhan di masa yg lalu dan membagi apa yg ia ketahui dengan N. . . Dari situ, N mengetahui seorang gadis di bunuh di usia nya yg begitu muda. . . N terduduk diam, manis mendengarkan dengan seksama kisah org tua itu. . . apa yg dulu terjadi. . . masih menjadi misteri baginya. . .

Nicholas sekarang sadar, sampai nanti waktunya ia dapat menguak apa yg sebenarnya terjadi kepada V, ia tidak akan pernah diam, takkan pernah beristirahat. . . Dia semakin terbungkus dengan obsesinya, sudah tak ada lagi jalan memutar. . . N tahu, tanpa keyakinan dan harapan, takkan ada kedamaian hati. . . Berangkat dari pemikiran ini, N memberanikan dan menguatkan dirinya untuk mengejar kebenaran. . .

Lagu selesai dengan kata2 dari H. . . regresi N selanjutnya membawanya langsung ke TKP dimana V dibunuh. . .

Scene Four: Beyond This Life

Lagu (liriknya) membacakan headline dan isi berita dari sebuah koran. . . Apa yg terjadi di tahn 1928 silam diungkap. . .

Seorang saksi mata mendengar suara yg begitu menakutkan dan menyayat hati. . . Berlari ia menuju asal suara, didapatinya seorang gadis terkulai, mati tertembak. . . Seorang pria dalam gelap berdiri, itulah si penembak. . . Saksi ini berusaha menolong. . . tapi sgalanya telah terlambat. . . Diarahkannya pistol itu kearahnya sendiri. . . dor. . . ia melakukan bunuh diri. . .

Koran berspekulasi hal ini terjadi karena permasalahan cinta. . . Ini teridentifikasi dari status dua orang tersebut, sepasang kekasih. . .

Koran menjelaskan sepasang kekasih itu, V dan S, baru2 saja putus hubungan. . . sebabnya disinyalir karena gaya hidup S yang suka mabuk2an, menggunakan obat trlarang, dan berjudi. . . Di scene 9, nantinya S akan menjatuhkan sebotol minuman keras. . . ini menjadi bukti akan gaya hidup kelamnya. . . Diindikasi pula bahwa V hanya akan bersedia rujuk dengannya apabila ia dapat kembali ke jalan yg benar. . .

Selanjutnya kita diberitahukan akan bukti2 fisik yang ada. . . Ada bukti yg mengatakan telah trjadi pergulatan fisik antar 2 orang tsb, sbuah pisau lipat ditemukan. . . Pisau lipat ini dipertanyakan, karena memang sulit untuk membayangkan seorang gadis tahun 1928 membawa pisau kemanapun dia pergi, kecuali untuk alasan membela diri. . . Ditemukan pula sebuah catatan dari saku si penembak. . . S lebih baik mati daripada hidup tanpa V. . . itu inti pesannya. . . Tapi tak disebutkan sedikitpun untuk melukai V. . .

Akhir, ada pengulangan di lagu ini. . . Ini memperdalam keyakian N kalau dia dan V terikat di satu jiwa yg sama. . . Diselipkan pula, mereka tdk hanya 2 generasi reinkarnasi, tapi membawa kepribadian yg terkait satu sama lain. . .

Scene Five: Through Her Eyes

N kembali terjaga. . . Dia telah mengerti, V dibunuh dengan brutal di tahun 1928. . . ia merasa ia harus datang ke makam V, mengekspresikan bgamana perasaannya akan V, dan bagaimana V begitu tak bersalah dan polos. . . Tidak hanya itu, yg membuatnya “tersentil” adalah ketidakadilan dan apa yang terjadi sebenarnya terjadi pada diriNYA. . .

Mendatangi makam V, N dinaungi dengan perasaan sedih yg amat. . . Bahkan nisannya pun memberitahunya bgmn manis dan polosnya gadis yang dicabut nyawanya dengan brutal tsb. . . ia merasakan bgmn kematian V adalah kematiannya sendiri, membandingkannya dengan perasaan kita kehilangan orang yg kt cintai. . . N terus dibayang2i dengan wajah V, diserang dengan ketidakadilan yg telah merenggut nyawa seorang gadis di usianya yg begitu muda. . .

Di penghujung lagu, N berusaha kembali mendapatkan kekuatannya. . .  Ia menyadari pula, dengan menerima kehilangan ini, ia dapat kembali bergerak. . . Hal ini tentu sangat berpengaruh kepada kehidupan nyatanya. . .

Act 2

Scene Six: Home

Pada bag awal, kita mendengar S menceritakan obsesinya. . . V, seperti yg tlah kita ketahui, meninggalkannya akibat jalan hidupnya. . . alkohol dan kokain (ditunjukkan dengan lirik “Lines take me higher”), serta judi yg telah jadi bagian hidupnya. . .

Selanjutnya kita dengar M mendapati V ada di pelukannya,  menangis bercerita akan apa yg telah terjadi dengan hubungannya dengan S. . . M mendapati dirinya semakin “mendekat” dengan V, juga perasaan “sungkan”nya kepada saudaranya sendiri. . . tapi obsesi buruknya mengalahkan perasaan sungkan itu. . . M bersama V. . . menjadi posesif. . .

Akirnya kita kembali ke N, yg berada pada kehidupan nyatanya dalam kondisi sadar. . . Sejauh ini, N hanya mengerti apa yg telah koran di regresi terakirnya dan apa yg telah si orang tua katakan. . . Tapi ia menyadari satu hal yg lain. . . Ada sesuatu, ada cerita yg lebih dari itu. . . Obsesinya menuntaskan hal itu semakin menjadi. . . Ia meminta dengan sangat untuk adanya regresi kembali dan sulit untuk menunggu sesi terapi selanjutnya. . .

Ada kemiripan lirik di lagu ini dan metropolis part 1 seperti “the city’s cold blood” dan “lake of fire” , serta “I was told there’s a new love that’s born for each one that has died.” . . . lagu ini berisikan lirik : “Victoria watches and thoughtfully smiles/she’s taken me to my home” sementara met part1 : watches and thoughtfully smiles/she’s taken you to your home” . . . dan di beberapa detik akhir lagu ini, intro met part1 dimainkan. . .

Scene Seven: I. The Dance of Eternity

Menggambarkan V dan M sedang memadu kasih. . .

The dance : menggambarkan “pergerakan” mereka

Eternity    :  menggambarkan bahwa “pergerakan” mereka menjadi memoar tiada akhir

Di ntro lagu ini terdapat musik2 dari Metropolis part1. . .

Scene Seven: II. One Last Time

Lagu dimulai dengan N memutar otaknya. . . Ia tidak yakin dengan apa yg telah ia dapatkan, bahwa apa yg ada di surat kabar itu benar adanya. . . Ia juga mendengar rumor bahwa V memadu kasih dengan M pula. . . Apa V telah melukai perasaan M?

Selanjutnya, V, di masa lampau, berkata “One last time, we’ll lay down today” . . . dari sini, N ditunjukkan bagaimana V mengucapkan perpisahannya dengan M, “ini pertemuan terakhir kita”. . .

N menapaki rumah M, dimana M dan V melakukan hub terlarangnya. . . Rumah itu terlihat membawa begitu banyak petunjuk untuk N, sampai akirnya ia merasa apa yg telah ia fikirkan benar adanya. . . N terbangun dari regresinya. . . ia memasuki kamar tidurnya, kembali ia merasakan sedikit “trance” lagi, hampir sama kuatnya ketika ia kehilangan kesadarannya secara total. . . Dalam mimpinya yg terulang ini, dingin yang ia rasakan. . . Seketika itu ia berada di luar dan mendengar seorang gadi berteriak keras, seorang pria memohon2 maaf padanya. . . Di sini N melihat memori V akan pertemuan fatalnya dengan M, yang telah membawanya kepada kematiannya. . . semuanya tak begitu jelas bagi N karena tak lama semua pandangannya kembali gelap. . .

Scene Eight: The Spirit Carries On

N sekali lagi, dan untuk terakhir kalinya, berada dalam keadaan hipnotik, meyakinkan keyakinannya jikalau jiwanya akan terselamatkan, sehingga sewajarnya ia tak perlu takut akan kematian. . . Keyakinannya akan keterlibatan M dalam pembunuhan terbukti. . . Ia berencana untuk mengkuak kebenaran yg sebenar benarnya dari apa yg telah terjadi 70 tahun lalu. . .

V muncul dalam benak N, mengatakan bahwa sudah saatnya bagi N untuk terus melanjutkan hidupnya yg sebenrnya karena ia telah selesai menunaikan apa yg harus diselesaikan, menunjukkan kepada N kebenaran sejati, sambil berpesan untuk tak melupakan dirinya. . . Di sini N menguatkan opininya, ia telah menyenangkan V dan menyelesaikan obsesinya sendiri. . . N merasa, sebab dari sluruh hal yg telah trjadi, pesan utamanya, adalah : kematian bukanlah akhir. . . hanyalah transisi. . .

H muncul. . .

Scene Nine: Finally Free

Terapi regresi terakir N telah tamat. . . H telah membawanya keluar, membuat N kembali ke dalam mobilnya dan pulang. . .

Sebelumnya, dari sini, dapat dijelaskan seluruhnya. . . V dan S bertemu secara tak sengaja dan merencanakan pertemuan selanjutnya secara diam2. . . V secara gamblang terlihat begitu senang karena sesungguhnya hanya S yg ia cintai, dan ia tak lagi dalam persimpangan antara S dan M. . . Tapi V telah mengandai bahwa M akan membunuh S jika saja ia tahu. . . “kill his brother if he only knew”, katanya. . .

V dan S bertemu tanpa seorang pun tahu, menurut mereka. . . tapi tanpa diketahui, M muncul. . . terjadi baku hantam antar M dan S. . . sebotol miras dari saku S jatuh, pecah, ikut meramaikan suasana yg tegang. . . S merogoh pisau lipatnya, menghunus, siap akan segala kondisi. . . musuh jauh lebih berbahaya, M meletupkan pistolnya, menembak saudaranya sendiri. . . V menjerit panjang, histerik akan apa yg terlihat olehnya . . . “Open your eyes, Victoria” , sahut M seraya menembak pula gadis yg dulu adalah kekasihnya. . . M menulis surat wasiat, menaruhnya dengan apik di kantong S. . . berlari dari kebenaran, M mencoba mengambil peran sebagai saksi mata. . .

Cerita dikembalikan kembali kepada N yg berkendara pulang, memikirkan apa yg trjadi, dan bagaimana ia telah bebas dari semua yg selama ini menghantuinya. . . Ia belajar akan kehidupan, lewat kehadiran V di dirinya. . . Sampailah ia di rumah. . . menyalakan lagu2 yg menenangkan sembari menuangkan minuman untuk dirinya sendiri. . . tak lama sebuah mobil lain datang. . . seorang dalam gelap datang, berjalan menuju rumah N. . . masuklah ia kedalam ruangan dimana N berada. . . lagu yg terputar terhenti. . . diikuti terhentinya nyawa N . . . “Open your eyes, Nicholas. . .” . . . H berkata kepada N, menuntaskan perannya sebagai reinkarnasi M, menyelesaikan perputaran hidup mreka. . . . . . . . . .

Meta-Album (not akhir album A = not awal album B, dst) dimulai dari SFAM sampai 8varium. . . 8varium diakhiri dengan not piano yg sama dengan not piano SFAM, dengan lirik “This story ends where it began.”. . .

SUMBER